Diduga Mafia Tanah, ini Klarifikasi Oknum BPN Kabupaten Bima “Merasa Difitnah”

Kota Bima, Berita Ntb–Setelah Dilakukan Atensi Perundingan. Lantaran Ditunding dan Difitnah oleh Pihat keluarga NH (32) Oknum Pegawai  Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bima. Terkait tudingan Mafia Tanah yang menjadi pembicaraan oleh pihak Taufik Samudra (28). Pihak NH (32), Secara tegas membantah bahwa dirinya telah melakukan penipuan dengan menjual tanah pada Taufik Samudra (28) seharga 80 juta. Ia menegaskan bahwa dirinya merasa difitnah atas tuduhan penipuan, yang menerima uang sebesar Rp. 80 juta kepada Saudara Taufik Samudra Yang semestinya,  NH hanya menerima uang cash senilai Rp. 30 juta.

Dinyatakan Kepada beberapa awak Redaksi ini, saat dilangsungkan perbincangan untuk mengklarifikasi atas tudingannya, Jum’at, (16/04/2021) Malam. Oknum pegawai BPN Kabupaten Bima NH (32) mengatakan, terkait adanya keterangan dari Saudara Taufik Samudra (28) Warga Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima yang telah melaporkan dirinya ke Kopolres Bima Kota, yang sebelumnya dilaporkan ke Polsek Asakota, karena diduga melakukan penipuan uang menjual tanah, dengan seharga Rp. 62 juta/2 Are, serta menerima uang hingga senilai Rp. 80 juta itu semua tidak benar dan hanya fitnahan semata.

Setelah mendengar dan ditelusuri lebih jauh, pernyataan kedua belah pihak yang sedang berseteru ini, bahwa kedua belah pihak mempunyai versi masing-masing. 

Jika pada pemberitaan sebelumnya pihak Saudada Taufik Samudra (28) sendiri, mengatakan telah memberikan uang cash sebesar Rp.32 juta pada NH (32) oknum pegawai BPN Kabupaten Bima pada awal di tawarkan tanah. 

Dan melanjutkan dengan mentransfer sisanya Rp. 30 juta melalui Rekening pribadi NH, dan keseluruhan jumlah uang yang diberikan senilai Rp. 62 juta. Namun hal itu jesteru dibantah oleh pihak NH (32), ia mengatakan bahwa pihaknya hanya menerima uang cash sebesar Rp. 30 juta dari Taufik Samudra (28), diawal menawarkan tanah kepadanya. Dan terkait adanya saudara Taufik Samudra  yang mentransfer sisanya Rp. 30 juta itu, adalah Fitnah Besar.

Selanjutnya, NH (32) mengatakan, atas tuduhan tersebut pihaknya merasa dirugikan dan nama baiknya dicemarkan, lantaran tuduhan penipuan uang soal tanah 2 Are di Kedo Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota Kota Bima tersebut.

“Pada dasarnya, saya memang mengakui awalnya saya telah menawarkan tanah di Kedo kepada Saudara Taufik Samudra (28). Kebetulan saat itu ada capling tanah per 2 are dengan harga Rp. 60 juta. Tawaran tersebut diterima oleh Taufik Samudra  (28), saya pun menerima uang cash sebanyak Rp. 30 juta dari Taufik Samudra (28) pada bulan Juni tahun 2019 lalu,” jelas NH Pada awak media saat dimintai klarifikasi atas tudingan Mafia Tanah.

Ditambahkannya, adapun terkait sisa yang 30 juta yang dikatakan Taufik Samudra, bahwa sudah ditransfer direkeningnya senilai 32 juta. Pihaknya justeru mengatakan, sama sekali tidak pernah menerima transfer darinya sepeser pun.

“Terkait soal itu saya tidak tau, bisa tunjukan bukti transfer itu, atau rekening koran dari pihak Bank tempat Saudara Taufik Samudra  (28) mengirimnya. Yang melalui nama rekening saya,” tegasnya. 

NH (32) Oknum Pegawai BPN Kabupaten Bima, menyatakan secara tegas bahwa tidak ada uang yang dikirim dan masuk ke rekeningnya, dan sampai sekarang rekeningnya masih aktif. Itu semua fitnah, coba tanyakan pada yang bersangkutan, apakah benar Saudara Taufik Samudra (32) mentransfer uang itu ke rekening atas nama saya.

“Kaitan dengan tanah itu justeru saya menunggu sisa pelunasan, selama 6 bulan tidak ada kabar soal pelunasan uang tanah itu dari Saudara Taufik Samudra (28),” ungkapnya.

Justeru saya ditanya oleh pemilik tanah di Kedo, ia menanyakan kapan sisa uang tersebut dilunasi.

Akibat tak ada kabar, tanah berlokasi di Kedo tersebut akhirnya sudah dijual ke orang lain. Dan sebagai gantinya NH (32) menawarkan tanah di lokasi lain dengan luas 2 are di Tato Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota Kota Bima. Bahkan tanah tersebut sudah ditinjau langsung dari pihak Saudara Taufik Samudra, dilokasi itu mereka pun mengatakan berminat dengan tanah yang berlokasi di Tato tersebut.

“Bahkan sudah dibuatkan dan diserahkan kwitansinya, hingga saat ini tanah di Tato masih ada sebagai gantinya. Tapi jika Saudara Taufik Samudra meminta ganti rugi dengan catatan uangnya dikembalikan, saya akan kembalikan uangnya 30 juta yang saya terima itu aja,” tuturnya.

Tapi jika pihak Saudara Taufik Samudra (28) meminta ganti rugi terkait uang yang katanya sudah ditransfer ke rekening pribadi NH (32), kata dia, ini sama halnya ingin memeras. Sebab tidak ada sepeser pun uang dari Saudara Taufik Samudra (28) yang masuk ke rekeningnya.

“Sepeserpun tidak ada uang yang masuk ke rekening pribadi saya, sekali lagi saya meminta kepada saudara Taufik Samudra untuk memperlihatkan bukti yang detail. Ketika saya menerima uang tersebut,” pintanya.

Sementara saat ditanya tanggapannya terkait dengan laporan itu, justeru pihaknya yang menyuruh pihak Saudara Taufik Samudra (28) untuk melaporkan dan menyelesaikan masalah ini ke meja hukum. Menurutnya, soal jual tanah tersebut tidak ada kaitannya dengan Pegawai BPN Kabupaten Bima. Sebab tidak ada korelasi yang mengarah ke situ, dan ini hanya persoalan pribadi.

“Ini persoalan jual tanah di Kota Bima, apa keterlibatan dan kaitannya dengan Oknum Pegawai  BPN Kabupaten Bima?,” ujarnya.

Intinya, biarkan proses hukum berjalan. Hukum yang akan membuktikan kebenarannya, apakah saya “mafia tanah” atau sebaliknya.

“Tapi jika saya tidak terbukti bersalah, maka saya juga akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan balik saudara Taufik Smudra (28),” tutup NH (32) Oknum Pegawai  Kabupaten Bima.[β.01/G]

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar