Wanita Bima dengan Kemampuan “Muna Ro Medi” dan Ekspresi Islam dalam “Rimpu Mbojo”

                 Hj. Ellya Alwainy

Tenunan menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Bima. Tahukah kalian, proses menenun membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Butuh kreativitas, konsentrasi dan ketelitian yang tinggi. Dahulunya, Perintah adat dipatuhi oleh seluruh wanita Mbojo sampai Tahun 1960-an dimana sejak usia dini anak-anak perempuan dibimbing dan dilatih menjadi penenun “Ma Loa Ro Tingi” (terampil dan berjiwa seni). 

Di sebagian wilayah musim tenun juga dipengaruhi oleh musim tanam di wilayah tersebut, dimana aktivitas menenun menjadi salah satu aktivitas yang dilakukan ketika sela musim tanam dan musim panen.

Pada masa lalu, suara alat tenun terdengar di setiap rumah terutama di siang hari. Kini, suara alat tenun tidak lagi sebanyak dulu. Tetapi, berkat Dekranasda Kota Bima saat ini di Kota Bima sebanyak 10 kelurahan menjadi sentra penenun dan menjadi desa wisata tenun dan tempat para pelancong berkunjung untuk melihat secara langsung proses menenun (Muna ro Medi) dan membeli secara langsung tenunan khas Bima. Beberapa kelurahan tersebut diantaranya kelurahan Rite, Ntobo, Rabadompu Barat, Rabadompu Timur, Penanae, Kumbe, Nungga, Lelamase, Oi Fo’o dan Nitu.

Berdasarkan ketentuan adat pula, ragam hias yang boleh dijadikan motif adalah motif bunga dan tumbuh-tumbuhan seperti bunga satako (bunga setangkai) dan ada pula motif garis tegas yang masing-masing mengandung makna dalam kehidupan masyarakat. 

Tak hanya itu, pada era kesultanan sebelum tahun 1960, kain Mbojo merupakan kain yang dipakai sehari-hari oleh warga Bima yakni “Rimpu” Dulu kalau ada perempuan yang keluar rumah tanpa rimpu dianggap melanggar norma agama dan adat.

Rimpu untuk perempuan yang belum menikah dengan yang sudah menikah juga dibedakan. Jika perempuan yang menenun kain belum menikah, maka rimpu dipasang hingga menutupi semua wajah (Rimpu Mpida). Rimpu model ini sering disebut cadar ala Bima. Tetapi untuk perempuan yang sudah menikah, sudah boleh memperlihatkan wajahnya dengan rimpu tersebut (Rimpu Colo).(**)

Loading

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar