Musrenbang Tingkat Kecamatan Rasbar, Ini Beberapa Usulan Skala Prioritas

Kota Bima,Kabarberitantb.com.-Musrenbang Tingkat Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima,Nusa tenggara barat,Sabtu (19/02/2022) Kegiatan berlangsung di aula kantor setempat.

Hadir pada kegiatan tersebut Ketua DPRD Kota Bima, Kabag Ap, Bappeda, PUPR, Camat Rasbar, Lurah, Bansinsa, Babinkamtibmas serta RT dan RW.

Adapun Usulan yang menjadi skala prioritas masyarakat se Kecamatan Rasanae Barat (Rasbar), yang disampaikan oleh perwakilan kelompok masyarakat Mustamin antara lain yaitu, Pembanguan kantor Kelurahan Pane dan Dara di harapkan dapat terleasiasi.

Pembanguan gedung serba guna Kelurahan Sarae, Pane RT 12 anggaran 500 juta. pengaspalan jalan di Sarae, Pane, Paruga.

Ia Menambahkan, Talut lingkunga Dara, Paruga, Sarae, Nae, Normalisasi sungai Romo, pembanguan kuburan (Penimbunan) di Tanjung. Rabat gang di Dara, dan pembanguan drainase di kelurahan Dara.

Sementara itu usulan lain yaitu, Pelatihan keterampilan PKK 6 Kelompok semua keluahana, bantuan modal usaha untuk perkiosan di kelurahan Tanjung, bantuan usaha nelayan tanjung, dara dan sarae.

Ditambah dengan Pengadaan kereta dorong 20 unit untuk UMKM Se-Kelurahan paruga.

“Semoga semua usulan-usulan ini dapat terealisasi,” harapnya.

Menanggapi semua usulan, Ketua DPRD Kota Bima Alfian Indra Wirawan, S.Adm mengatakan, akan proritaskan Kantor Kelurahan Pane dan RS represetatif di Kota Bima.

“Kita akan upayakan Kelurahan Pane dan RS karena ini untuk kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Terkait gedung serba guna sarae akan menjadi atensi kita akan dialakosikan dana pokir.

Terkait dengan Aspal jalan dan hotmik jalan lingkun pihak akan kordinasi kan dinas dinas terkait karena sangat dibutuhkan masyarakat.

“Talut saya akan kordinasi dengan dewan yang lain, dan itu akan diusahakan melalui tender ataupun penunjukan langsung. 6 Kelurahan ini akan kita tangani sumua tapi secara bertahap. Dan insyaallah di tahun 2023 akan dikerjakan,” tuturnya.

Sementara, untuk Sungai Romo itu akan menjadi masalah yang sulit karena ujungnya yang sempit, sehingga membuat alat berat susah masuk.

“Untuk itu Saya ajak masyarakat untuk budayakan gotong royong. Dulu Saya sudah coba tangani sungai Romo, tapi sulit,” pungkasnya.(TIM)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar