Diduga Mal Praktek, Balita Berusia 3 Tahun Asal Kota Bima Meninggal Setelah Disuntik

Kota Bima, Kabarberitantb.com.-Seorang balita berusia 3 tahun, Warga asal Kelurahan Jatibaru Kecamatan Asakota-Kota Bima, NTB, Muhammad Alfa Rizki, meninggal dunia setelah diberi cairan suntikan pada Rabu (02/3) malam di rumah sakit umum (RUSD) Kota Bima yang terletak di lingkungan Ranggo Kota Bima.

Balita dari pasangan suami-istri Fahrizal dan Ririn ini, diduga menjadi korban mal praktek oleh pihak medis. Sebab, tak berselang lama mendapatkan cairan suntikan dari seorang perawat, balita itupun terbaring lemah hingga akhirnya meninggal dunia.

“Rizki langsung koma dan meninggal dunia sekitar 5 menit disuntik,” kata salah seorang keluarga korban, CT, saat dikonfirmasi usai pemakaman berlangsung pada Kamis (03/3) siang yang dilansir dari INewsBima.id.

Dikabarkan, bahwa bocah Rizki awalnya hanya mengalami sakit perut dan mencret. Oleh kedua orangnya, sang buah hatinya itu dilarikan ke RUSD Kota Bima di lingkungan Ranggo, guna mendapatkan pertolongan medis.

Saat berada di Rumah Sakit, kondisi korban terlihat baik-baik saja dan tak sedikitpun terlihat tanda parah pada kondisinya. “Karena Rizki ini masih bisa bermain ponsel di tempat tidur dan juga duduk pada pangkuan ibunya. Namun masuknya cairan suntikan itu membuat ia tertidur untuk selamanya,” jelas CT.

Walikota Bima Kunjungi Kelurahan Rontu Dalam Moment Latihan Gerak Jalan Indah

Akibat kejadian tersebut, seluruh keluarga pasien terutama kedua orang tua korban langsung histeris dan mencari perawat yang memberikan suntikan pada anaknya. Namun setelah lama dicari, perawat yang kelihatan angkuh serta tak ramah pada pasien itu, sudah tak terlihat dilokasi.

“Akhirnya saya bertanya pada salah seorang dokter yang datang mengecek kondisi pasien yang sudah tak bernyawa. Kata dokter tersebut, kemungkinan pasien memiliki penyakit bawaan seperti kelainan jantung,” tutur CT, meniru hasil percakapannya dengan salah seorang Dokter.

Mendengar jawaban itu, Diapun kembali bertanya, “Kenapa sebelumnya pihak Rumah Sakit tidak mengecek lebih dahulu kondisi pasien untuk mengetahui riwayat penyakit lain yang diderita pasien itu sendiri?”.

Tak ingin memperlebar argumen, dokter tersebut pun berlalu meninggalkan keluarga korban yang sedang berduka setelah sempat meminta maaf pada keluarga pasien atas peristiwa tersebut.

Tak hanya itu, keluarga pasien lainnya juga menyesali akan minimnya fasilitas serta sarana yang dimiliki Rumah Sakit Umum (RUSD) Kota Bima terutama alat pendeteksi jantung yang kerap mengalami gangguan atau kerusakan.

“Sebelum dimakamkan, Rizki sempat keluar air kencing. Dalam pikiran kami, jangan-jangan dia masih hidup hanya saja mengalami koma. Namun karena sudah didiagnosa meninggal, akhirnya kami menguburkannya,” ungkap Ibu Korban, Ririn.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum (RUSD) Kota Bima, dr Faturrahman yang dikonfirmasi atas kejadian itu mengakui, jika dirinya belum mengetahui peristiwa yang menimpa balita Rizki.

“Saya belum mengetahui kejadian itu. Untuk itu, saya coba konfirmasi dulu dengan dokter yang piket semalam guna mengetahui cairan apakah yang dipakai sehingga menyebabkan balita itu meninggal dunia,” jawab Faturrahman dengan singkat saat ditanya soal adanya dugaan mal praktek di RSUD Kota Bima.( KB-203*)

1 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar