Pandai Besi di Nggaralo Kota Bima Luput dari Perhatian Pemeritah

Kota Bima, BERITA NTB- Kelompok Pandai Besi yang dikenal dengan nama Ompu Kandole yang berlokasi di lingkungan Nggaralo Kelurahan Pena Na’e Kota Bima, belum lama ini mengaku tidak pernah tersentuh oleh bantuan pemerintah Kota Bima. Padahal, kelompok pandai besi ini sudah bertahun tahun memproduksi berbagai macam hasil kerajinan tangannya dalam membuat pisau, parang dan lainnya. 
“Selama ini, kami tidak pernah mendapat dukungan atau pun bantuan dari pemerintah,” ungkap Ketua Kelompok Pandai Besi Nggaralo, Sammir Hamzah, warga Lingkungan Nggaralo Kelurahan Pena Na’e Kota Bima. 
Diakui Sammir Hamzah, pihaknya sudah puluhan tahun menggeluti pekerjaan sebagai pandai besi. Bahkan, sudah ratusan kerajinan tangan (pandai besi) yang berhasil diproduksi. “Selama ini kami hanya menggunakan peralatan seadanya,” ungkapnya. 
Hasil produksi ini pun lanjut Sammir Hamzah, hanya dipasarkan oleh pihaknya melalui media sosial Facebook. Bahkan melalui grup Facebook yang bernama akun Ompu Kandole. “Dari sinilah orang orang memesan dan membeli hasil kerajinan tangan kami,” katanya. 
Terlepas dari hal itu tambah Sammir Hamzah, pihaknya berharap adanya perhatian dari pemerintah Kota Bima. Khususnya, Walikota Bima dan Ketua DPRD Kota Bima, agar kiranya bisa membantu pihaknya terutama dalam hal pengadaan sarana dan prasarana guna menunjang peningkatan bagi kelompok pandai besi. 
“Meski seperti ini, kami sangat mengharapkan bantuan dan dukungan dari pemerintah,” harapnya. 
Sambung Sammir Hamzah, perlu juga diketahui bahwa pihaknya di lingkungan Nggaralo Kelurahan Pena Na’e ini, merupakan bagian kelompok yang dulu berjuang memenangkan Walikota dan Wakil Walikota Bima sekarang pada saat Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bima, tempo dulu. “Tapi sayangnya, sampai saat ini kami tidak pernah diperhatikan,” bebernya. 
Sementara itu, sampai berita ini diunggah Pemeritah Kota Bima belum berhasil dimintai tanggapannya.(B.01)

Loading

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar